Berdirinya EatLovers sekitar tahun 2011 di Bali diawali dari Founder dengan 4-5 orang teman yang sama-sama suka kulineran, suka motret makanan, suka ngomongin makanan dan juga suka berinovasi dengan menu. “Hari ini masak apa ?…Dimasak gimana ?” atau “Barusan beli makanan enak lho…murah lagi…di sini tempatnya…nih fotonya…” percakapan semacam itu mengisi hari-hari di group EatLovers yang saat itu masih di BBM.

Nama EatLovers sendiri memiliki arti “Doyan Mangan”, diambil dari bahasa Jawa yang artinya suka makan. Makin lama yang tertarik join makin banyak, dari mulut ke mulut dan ajakin teman karena merasa EatLovers menyajikan info kuliner yang enak-enak, murah, dan juga saling menjalin persaudaraan yang Bhinneka Tunggal Ika, mempersatukan perbedaan lewat “perut”. Jadinya bukan sekedar komunitas melainkan sebuah keluarga besar.

Dari BBM yang full dipindahkan ke Whatsap dan sampai hari ini masih terus bergerak naik. Selanjutnya berkembang ke facebook, instagram, youtube dkk. Karena asyik dan serunya di group maka Alm. Lukas Bundi mengusulkan untuk mengadakan temu darat guna lebih saling kenal satu sama lain. Maka temu darat pertama EatLovers diadakan dan menjadi tradisi tahunan sampai sekarang yaitu Gathering EatLovers dengan sistem Potluck.

Seiring jumlah member yang terus bertambah, Founder merasa komunitas ini harus jadi berkat dan memberi manfaat buat para anggotanya. Maka dipikirkanlah beberapa gagasan untuk mengangkat para pelaku kuliner yang baru mulai usaha, kurang modal untuk sewa tempat, pasang iklan dan membantu mereka promo lewat komunitas supaya bisa berjualan dan omsetnya meningkat. (Pada saat EatLovers berdiri belum ada ojek online dkk). Juga sekaligus melestarikan kuliner nusantara yang kaya raya.

EatLovers terus maju dengan ide-ide dan program kerja yang berkaitan dengan dunia kuliner, dengan harapan bisa memberi informasi yang terlengkap, terupdate, termudah, terkreatif, sekaligus jadi partner usaha para pelaku kuliner dari manapun berada. Bukan hanya jadi jaminan kualitas perkulineran dengan menggandeng banyak partners, tapi juga mengedukasi para pelaku kuliner untuk terus maju berinovasi jadi lebih baik dan lebih baik.

Salah satu programnya adalah menghadirkan EatLovers Membership Card (2017) di mana kartu tersebut sekaligus berlaku sebagai kartu diskon, juga EatLovers Partnership yang terus bekerjasama dengan pengusaha-pengusaha berbagai kalangan, bahkan mulai berdatangan dari luar Bali.